Dewi Candraningrum: Kekerasan Seksual dan Fenomena Gunung Es

0
156
Foto : Penyampaian materi oleh Dewi Candraningrum mengenai kekerasan seksual dan fenomena es, secara virtual melalui zoom. (2/10).

wartaiainpontianak.com — Jaringan Anak Muda Peduli Kekerasan Seksual di Kalimantan Barat mengadakan diskusi publik membahas tentang “Salah Kaprah pada Kekerasan Seksual dan Akar Permasalahannya” melalui Zoom dan YouTube Live Streaming pada Sabtu, 2 Oktober 2021.

Kegiatan tersebut diadakan dengan tujuan mengajak anak-anak muda khususnya di Pontianak untuk lebih peduli serta paham terkait pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan sekitar. Diskusi publik ini diikuti oleh mahasiswa dari beberapa universitas, aktivis sosial, dan masyarakat umum secara virtual zoom dan live streaming YouTube dengan mendatangkan Tengku Vriska Adelia Putri dan Dewi Candraningrum sebagai narasumber.

Dewi Candraningrum merupakan seorang dosen lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang melanjutkan studinya ke beberapa universitas di luar negeri. Dewi juga merupakan pendiri dan aktif dalam komunitas yang mengangkat isu-isu mengenai perempuan. Menariknya beliau juga dikenal sebagai pelukis serta penerjemah buku sejak tahun 1997, serta aktif mengeluarkan riset dan publikasi jurnal yang terlibat dalam jurnal perempuan sebagai kepala editor.

Dikutip dari siaran pers yang dipublikasikan oleh Jaringan Anak Muda Peduli Kekerasan Seksual di Kalimantan Barat menyebutkan bahwa kekerasan seksual merupakan satu dari sekian banyak permasalahan yang belum disadari secara serius, termasuk di Kalimantan Barat sendiri. Hal ini bisa dilihat dari rendahnya perhatian terhadap isu kekerasan seksual di Kalimantan Barat.

Salah satu akar permasalahan seksual adalah “love kills” atau cinta itu membunuh. Pemerkosaan atau kekerasan seksual itu terjadi bukan serta-merta yang terjadi di ruang publik oleh orang asing, tetapi dilakukan oleh orang terdekat dan dilakukan di dalam rumah–maka itu bisa disebut bahwa cinta itu membunuh. Menurut riset dunia, Asia Tenggara memiliki angka yang cukup tinggi kasus pembunuhan perempuan oleh pasangannya karena cinta. Kemudian di Afrika dan Asia, serangan seksual terhadap perempuan juga cukup tinggi.

“Dilihat dari statistiknya, kekerasan seksual itu sifatnya seperti fenomena gunung es yang terlihat sedikit puncaknya tetapi di bawahnya banyak. Artinya kasus yang dilaporkan kepada polisi itu sedikit dan hanya ujungnya saja bahkan ada yang sama sekali tidak dilaporkan. Penyebabnya adalah malu dan terjadinya eksploitasi karena kerentangan ekonomi, bisa saja istri atau pasangan yang dibeli atau pekerja seks komersial karena korban perdagangan manusia bisa juga karena dipaksa dalam pernikahan dan pemerkosaan secara sistematis misalnya di dalam perang atau konflik,” jelas Dewi Candraningrum.

Reporter : Urai Zahwa
Editor : Mei Hani Anjani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here