Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

0
1295

wartaiainpontianak.com – Tahun ini, tahun mengerikan. Tahun dimana pemerintahan terombang-ambing, tahun covid-19 bekerja aktif dan tahun terbentuknya keadilan yang semakin mengerucut karena Undang-undang yang tidak pro terhadap masyarakat kelas bawah. Prasangka demi prasangka terbentuk dengan saling menjatuhkan posisi satu sama lain sehingga terjadilan benturan. Satu persatu masalah kecil semakin membesar karena tidak adanya tenggang rasa. Elemen masyarakat semakin terpuruk, energi melawan semakin meningkat, maka terjadilah pemberontakan yang mengenang tahun 98. Menggelindingkan elit-elit politik semakin tak berujung keberhasilan, malah semakin hancur dan terpuruk oleh keserakahan.

Mahasiswa, sebagai agen perubahan yang mengkaji ketimpangan dengan melakukan aksi. Aksi yang dilakukan mahasiswa bukanlah perkara ramai atau tidak, tetapi ini sebuah pertanda bahwa semakin banyak massa yang turun aksi maka kondisi Indonesia bisa dikatakan semakin tidak baik-baik saja. Indonesia sedang sakit, temperatur suhu sudah memuncak angka 37,5 derajat Celcius dan diikuti dengan batuk pilek yang semakin menjadi-jadi. Belum lagi Indonesia saat ini sudah menggigil karena sudah tak ada lagi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia yang tertulis dalam pancasila. Obat-obatan yang digunakan untuk penyembuhan Indonesia seperti Undang-undang dan elit politik semakin menepis karena keadilan yang dijadikan bahan utama obat sudah menipis.

Indonesia sedang mencari dokter untuk menyembuhkan demam, batuk, pilek dan menggigilnya negara ini. Saat ini, Indonesia membutuhkan persatuan masyarakat Indonesia sebagai dokter penyembuhan. Sejak terciptanya Undang-undang Omnibus Law, maka dokter penyembuhan negara Indonesia melakukan pergerakan yang semakin aktif dan semakin tegas dalam menghadapi penyakit Indonesia. Massa aksi dilakukan serentak di berbagai titik ibu kota, bahkan dilakukan beberapa kali sampai Undang-undang Omnibus Law dihapuskan. Masalahnya adalah, kenapa dokter penyembuhan negara Indonesia ini harus diperlakukan seperti penjahat? Polisi dan tentara dikerahkan untuk menjaga gedung DPRD yang jelas-jelas bahwa gedung tersebut menjulang tinggi atas keringat masyarakat. Masyarakat tidak akan melakukan anarkis, apabila wakil rakyat mau bertemu dan hadir di sela-sela barisan massa aksi untuk mendengarkan keluh kesah massa aksi. Mungkin saja dengan mendengarkan, maka anggota kehormatan yang “katanya” wakil rakyat bisa melembutkan hati untuk tidak egois.

Masihkah Indonesia sakit? Sampai detik ini, Indonesia masih sakit. Tetapi perjuangan penyembuhan Indonesia terus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat yang menjadi dokter hebat dalam negara ini. Perlahan tapi pasti, pergerakan tersebut lama kelamaan akan menuai hasil yang baik. Tatkala mengenang tahun 98, Indonesia bisa disembuhkan oleh dokter hebat yang dimiliki negara sendiri yaitu masyarakat. Indonesia sudah lama tidak sakit, tentunya Indonesia sangat merindukan pergerakan demonstrasi.

Teruntuk wakil rakyat, kalian semua terlahir dengan cara yang baik. Tetapi tentunya perjalanan yang dipilih antara baik atau tidak adalah sebuah pilihan besar yang Allah pun ikut hadir dalam pilihan tersebut. Bolehkan sedikit saja kalian semua memandang masyarakat? Hanya 5 menit saja, maka menangislah kalian semua ketika melihat masyarakat Indonesia saat ini semakin terpuruk dengan segala bentuk egois kalian. Coba sekarang, bayangkan 10 menit untuk bertukar peran. Sanggupkah kalian membayangkannya? Sanggupkah kalian melihat parau di ujung mata masyarakat yang saat ini sedang menangis hanya untuk makan? Sanggupkah kalian melihat darah yang mengalir deras pada tubuh masyarakat yang sedang memperjuangkan negara ini saat melakukan aksi? Bahkan, sanggupkah kalian melihat kejadian di televisi terkait sudah hancurnya moral masyarakat Indonesia ? Semua yang terlahir adalah pemimpin, karena kita memenangkan perlombaan yang diikuti berjuta sel yang masuk dalam rahim. Sedikit saja yang harus diperhatikan bahwasanya Indonesia sedang sakit dan harus segera diobati dengan elit politik yang mementingkan kesejahteraan rakyat dan produksi obat keadilan yang lebih banyak.

Penulis: Feby Kartikasari
Editor : Syarifah Desy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here